Beranda / Nasional / AS Tarik Diri dari Puluhan Organisasi Internasional, Peran PBB Terancam Melemah

AS Tarik Diri dari Puluhan Organisasi Internasional, Peran PBB Terancam Melemah

Jakarta,Suarapagi.my.id – Amerika Serikat mengambil langkah drastis di panggung global dengan menarik diri dari puluhan organisasi internasional, termasuk badan-badan penting di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak di bidang perubahan iklim dan kependudukan. Kebijakan ini diambil setelah Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan dukungan Amerika Serikat terhadap sedikitnya 66 organisasi lintas negara, Rabu (8/1/2026) waktu setempat.

Melalui perintah eksekutif tersebut, Trump menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahannya untuk meninjau ulang keterlibatan dan kontribusi Amerika Serikat terhadap semua organisasi internasional. Peninjauan ini mencakup lembaga-lembaga multilateral strategis, termasuk yang berada di bawah payung PBB, yang selama ini menjadi pilar utama kerja sama global dalam berbagai isu, mulai dari perdamaian, perubahan iklim, hingga pembangunan dan kesehatan.

Langkah ini menandai babak baru kebijakan luar negeri pemerintahan Trump yang menekankan pendekatan nasionalistik dan pengurangan komitmen terhadap kerja sama multilateral. Pemerintah AS menilai bahwa keterlibatan dalam banyak organisasi internasional tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional dan dinilai membebani anggaran negara.

Dari perspektif geopolitik, keputusan Washington tersebut berpotensi melemahkan posisi PBB sebagai forum utama kerja sama multilateral dunia. Amerika Serikat selama ini memainkan peran sentral dalam pengambilan keputusan strategis di berbagai badan PBB, baik melalui kontribusi dana, pengaruh diplomatik, maupun kekuatan politiknya sebagai negara adidaya.

Sementara dari sisi ekonomi global, dampaknya diperkirakan jauh lebih luas. Amerika Serikat merupakan kontributor dana terbesar PBB sekaligus pemilik ekonomi terbesar di dunia. Berkurangnya peran dan dukungan AS dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas pendanaan berbagai program internasional, termasuk program penanganan perubahan iklim, kemanusiaan, dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.

Sejumlah pengamat menilai, kekosongan peran Amerika Serikat di berbagai lembaga internasional berpotensi diisi oleh negara-negara besar lain, seperti China dan Rusia, yang selama ini berupaya memperluas pengaruh geopolitik mereka di forum-forum multilateral. Perubahan keseimbangan ini dapat memicu dinamika baru dalam arah kebijakan global PBB ke depan.

Meski menarik diri dari puluhan organisasi internasional, berdasarkan data yang diakses dari laman resmi PBB pada Jumat (9/1/2026) pukul 14.00 WIB, Amerika Serikat masih tercatat sebagai negara anggota PBB. Status keanggotaan tersebut menunjukkan bahwa AS belum secara resmi keluar dari organisasi dunia tersebut, meski perannya diperkirakan akan semakin terbatas.

Keputusan ini pun menuai beragam reaksi dari komunitas internasional. Sejumlah negara sekutu menyatakan keprihatinan atas langkah Amerika Serikat yang dinilai dapat melemahkan solidaritas global dalam menghadapi tantangan bersama, seperti krisis iklim, konflik internasional, dan ketimpangan ekonomi.

Di dalam negeri AS sendiri, kebijakan ini juga memicu perdebatan. Kelompok pendukung Trump menilai langkah tersebut sebagai bentuk efisiensi dan upaya melindungi kepentingan nasional, sementara pihak oposisi mengkritik kebijakan ini sebagai langkah mundur yang dapat merusak posisi kepemimpinan global Amerika Serikat.

Hingga kini, perkembangan terkait peninjauan ulang dan penghentian dukungan AS terhadap organisasi internasional masih terus dipantau dunia internasional. Keputusan Washington ini diperkirakan akan membawa dampak jangka panjang terhadap tatanan kerja sama global serta masa depan peran PBB sebagai institusi multilateral utama.(Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *