Palembang — Suarapagi. My. Id – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menegaskan pentingnya peran Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pilar strategis dalam membangun kualitas pendidikan yang berkarakter, moderat, dan berdaya saing nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pengurus LP Ma’arif NU Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel Masa Khidmat 2025–2030, yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Rabu (28/01/2026).
Dalam sambutannya, Wagub Sumsel H. Cik Ujang mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum awal untuk mengemban amanah besar dalam mengembangkan organisasi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Sumatera Selatan.
“LP Ma’arif NU memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan nasional. Lembaga ini telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat, khususnya melalui pendidikan berbasis nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Cik Ujang.
Menurutnya, di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, lembaga pendidikan dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Dalam konteks tersebut, LP Ma’arif NU dinilai memiliki keunggulan karena mengombinasikan pendidikan formal dengan pembentukan karakter, akhlak, dan moderasi beragama.
Wagub juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui sinergi dan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti Nahdlatul Ulama.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kerja sama, baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kurikulum, maupun pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Tujuannya satu, menciptakan generasi muda Sumsel yang cerdas, berakhlak, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cik Ujang mendorong pengurus LP Ma’arif NU yang baru agar fokus pada peningkatan kualitas tenaga pendidik serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Namun demikian, ia mengingatkan agar modernisasi pendidikan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kearifan lokal.
Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel menyampaikan bahwa kepengurusan LP Ma’arif NU masa khidmat 2025–2030 berkomitmen memperkuat tata kelola lembaga pendidikan di bawah naungannya, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah. Fokus utama diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, profesionalisme guru, serta penguatan karakter peserta didik.
Pelantikan pengurus LP Ma’arif NU PWNU Sumsel ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran NU di bidang pendidikan, sekaligus mendukung agenda pembangunan sumber daya manusia yang menjadi prioritas nasional.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan masyarakat, LP Ma’arif NU diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang religius, toleran, dan berwawasan kebangsaan.(Red)






