Beranda / Berita Terbaru / Komisi IV DPR RI Soroti Impor Bawang Putih 95 Persen, Siti Hediati Soeharto Desak Percepatan Swasembada

Komisi IV DPR RI Soroti Impor Bawang Putih 95 Persen, Siti Hediati Soeharto Desak Percepatan Swasembada

Lembang –Suarapagi.my.id – Komisi IV DPR RI menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih yang hingga kini masih mencapai sekitar 95 persen dari kebutuhan nasional. Hal tersebut mencuat dalam kunjungan kerja Komisi IV ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) di Lembang, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan, mengingat bawang putih merupakan komoditas strategis yang digunakan masyarakat setiap hari.

Menurutnya, pemerintah perlu segera menetapkan target yang jelas untuk mencapai swasembada bawang putih, disertai langkah konkret di sektor hulu, terutama dalam penyediaan bibit unggul.

“Ketergantungan impor hingga 95 persen ini sangat memprihatinkan. Padahal bawang putih adalah kebutuhan pokok. Harus ada target swasembada, dan kuncinya ada pada benih yang berkualitas,” tegasnya.

Komisi IV DPR RI menilai, salah satu tantangan utama dalam pengembangan bawang putih dalam negeri adalah rendahnya produktivitas akibat keterbatasan benih unggul dan teknologi budidaya yang belum optimal. Oleh karena itu, dukungan riset dan pengembangan menjadi hal yang krusial.

Selain itu, DPR juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga penelitian pertanian untuk mempercepat peningkatan produksi bawang putih nasional. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor secara bertahap sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap program pemerintah di sektor pertanian, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.(Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *