PANDEGLANG —Suarapagi.my.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat sorotan. Sebanyak 20 dari 204 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pandeglang, Banten, tercatat belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) hingga batas waktu yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (10/8/2026).
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang mencatat, sebanyak 184 SPPG telah memiliki SLHS, sementara enam lainnya masih dalam proses pengurusan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pandeglang, Daman Khurif, mengatakan pemenuhan SLHS membutuhkan sejumlah persyaratan, mulai dari sertifikasi penjamah makanan, inspeksi kesehatan lingkungan hingga pemeriksaan laboratorium.
Menurut Daman, proses penerbitan sertifikat dapat dilakukan secara elektronik melalui aplikasi SiCantik Cloud milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang apabila seluruh persyaratan telah lengkap.
Dinkes Pandeglang juga menyebut pelatihan penjamah makanan telah diberikan kepada 198 SPPG, dengan peserta mencapai 9.907 dari total 10.117 relawan. Sementara itu, 195 SPPG telah menjalani inspeksi kesehatan lingkungan (IKL).
Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, menegaskan SLHS merupakan persyaratan wajib bagi dapur MBG. SPPG yang belum mengurus atau memenuhi persyaratan berpotensi mendapatkan tindakan dari BGN.
Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kelengkapan administrasi. Proses penerbitan SLHS juga mencakup pemeriksaan kondisi dapur, kualitas air, proses pengolahan hingga penyajian makanan.
BGN sebelumnya memberikan batas waktu hingga 10 Agustus 2026 kepada seluruh SPPG untuk melengkapi persyaratan SLHS. BGN juga menegaskan tidak ada kategori “hampir memenuhi” dalam pemenuhan standar higiene dan sanitasi.
Ketentuan tersebut menjadi sorotan karena program MBG menyasar masyarakat dalam jumlah besar. Standar keamanan pangan menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang diproduksi dapur SPPG aman sebelum dikonsumsi penerima manfaat.
Dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan, 20 dapur MBG yang belum mengantongi SLHS kini berada dalam sorotan. Pemenuhan standar higiene dan sanitasi menjadi ujian penting agar program MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman bagi masyarakat.(Red)






