Beranda / Nusantara, / Rayakan HUT ke-81 RI, Warga Gresik Gelar Upacara di Miniatur Istana Negara

Rayakan HUT ke-81 RI, Warga Gresik Gelar Upacara di Miniatur Istana Negara

GRESIK — Suarapagi.my.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berlangsung unik. Warga setempat merasakan atmosfer perayaan kemerdekaan layaknya di Istana Negara melalui keberadaan miniatur Istana Merdeka di Balai Desa Sidoraharjo.

Upacara peringatan HUT ke-81 RI yang digelar Senin (17/8/2026) tersebut dipusatkan di kompleks Balai Desa Sidoraharjo. Bangunan berukuran 16 x 17 meter itu dirancang menyerupai Istana Negara dengan dominasi warna putih serta pilar-pilar besar di bagian depan.

Keberadaan bangunan tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian perayaan kemerdekaan tingkat Kecamatan Kedamean. Balai desa itu digunakan sebagai lokasi pengibaran dan penurunan bendera hingga resepsi kenegaraan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Kegiatan berlangsung meriah sekaligus khidmat dan diikuti Forkopimcam, perwakilan sekolah, organisasi masyarakat, serta 15 kepala desa beserta jajaran se-Kecamatan Kedamean.

Kepala Desa Sidoraharjo, Suwoto, mengatakan balai desa yang baru diresmikan pada Juni 2026 tersebut bukan sekadar fasilitas pemerintahan, tetapi juga diharapkan menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan masyarakat.

Pembangunan gedung telah direncanakan sejak 2025. Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan dukungan anggaran sebesar Rp250 juta pada 2025, kemudian pembangunan dilanjutkan dengan tambahan Dana Desa sebesar Rp25 juta pada 2026.

Menurut Suwoto, konsep bangunan yang menyerupai Istana Negara sengaja dipilih untuk menghadirkan suasana berbeda dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Sementara itu, Camat Kedamean Irwanto mengapresiasi keberadaan bangunan tersebut. Ia menilai desain balai desa yang menyerupai Gedung Putih Istana Negara semakin menambah kemeriahan perayaan 17 Agustus di wilayahnya.

Perayaan HUT ke-81 RI di Kedamean pun menjadi gambaran bagaimana semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan di pusat pemerintahan, tetapi juga hadir hingga tingkat desa dengan kreativitas dan kebersamaan masyarakat.(Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *