Bandung –Suarapagi.my.id – Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka babak baru dalam dunia vulkanologi. Sekelompok ilmuwan berhasil mengungkap aktivitas magma di dalam Gunung Popocatepetl, salah satu gunung berapi paling aktif dan berbahaya di dunia yang berlokasi di Meksiko.
Melansir ABC News, tim peneliti dari Universitas Nasional Otonom Meksiko (UNAM) telah melakukan penelitian intensif selama lima tahun terakhir. Mereka mendaki lereng gunung setinggi 5.452 meter dengan medan ekstrem, membawa peralatan seismik berbobot puluhan kilogram, serta menghadapi ancaman cuaca buruk dan potensi erupsi.
Penelitian ini memanfaatkan analisis data seismik berbasis AI untuk memetakan struktur bawah permukaan gunung. Hasilnya, para ilmuwan berhasil menciptakan citra tiga dimensi (3D) pertama dari interior Gunung Popocatepetl, yang mengungkap titik-titik akumulasi magma aktif di bawah kawah.
Temuan tersebut menjadi terobosan penting dalam memahami perilaku gunung berapi, sekaligus meningkatkan akurasi sistem peringatan dini. Informasi ini dinilai krusial mengingat Popocatepetl berada dekat kawasan padat penduduk dan berpotensi mengancam jutaan jiwa jika terjadi letusan besar.
Otoritas kebencanaan Meksiko, termasuk CENAPRED, diharapkan dapat memanfaatkan data ini untuk memperkuat strategi mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat.
Dengan dukungan teknologi AI, para ilmuwan optimistis pemantauan gunung berapi di masa depan akan semakin presisi, cepat, dan mampu meminimalkan risiko korban akibat bencana alam besar.(Red)






