JAKARTA, Suarapagi. My. Id – Pemerintah terus mempercepat program revitalisasi sekolah pada 2026 dengan target sebanyak 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.
Salah satu sekolah yang menjadi prioritas adalah SDN Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan berat sejak awal tahun 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, serta Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat pelaksanaan revitalisasi.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan pemerintah akan segera mengundang kepala sekolah untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tahapan awal pelaksanaan revitalisasi.
Program revitalisasi sekolah pada tahun ini diprioritaskan bagi sekolah yang terdampak bencana, berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat. Pemerintah berharap perbaikan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan semangat belajar siswa dan mutu pendidikan secara nasional.
Target revitalisasi tahun 2026 meningkat signifikan dari semula 11.744 sekolah menjadi 71.744 sekolah setelah pemerintah menambah sasaran sebanyak 60.000 satuan pendidikan. Hingga pertengahan Juni 2026, sekitar 70 persen dari target awal telah berhasil diselesaikan dan sebagian sekolah diproyeksikan sudah dapat digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Selain memperbaiki fasilitas pendidikan, program ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Melalui mekanisme swakelola, proses pembangunan melibatkan masyarakat setempat sehingga diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja selama tiga hingga delapan bulan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai di seluruh wilayah Indonesia.(Red)






