Jawa Timur,Suarapagi.my.id – Presiden RI ke-8 menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi di seluruh lini pemerintahan tanpa pandang bulu. Bahkan, Prabowo meminta agar pejabat yang berada di lingkaran dekat kekuasaan tetap diproses hukum apabila terbukti melakukan penyalahgunaan jabatan maupun korupsi anggaran negara.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Presiden sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Dalam keterangannya, Prabowo secara khusus meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk tidak ragu mengusut pejabat yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi, termasuk orang-orang yang memiliki kedekatan dengannya.
“Kalau ada pejabat dekat saya yang korupsi, usut,” tegas Prabowo.
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan publik dan dinilai sebagai pesan keras kepada seluruh pejabat negara agar tidak menyalahgunakan kekuasaan demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan memberikan perlindungan kepada siapa pun yang terlibat korupsi. Menurutnya, pemberantasan korupsi merupakan bagian penting dalam menjaga keuangan negara, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta memastikan seluruh program pembangunan berjalan tepat sasaran.
Komitmen tersebut dinilai penting di tengah besarnya anggaran negara yang digelontorkan untuk berbagai program strategis nasional, mulai dari pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, hilirisasi industri, hingga penguatan ekonomi desa dan bantuan sosial masyarakat.
Pengamat menilai sikap Presiden itu menunjukkan adanya upaya memperkuat pengawasan internal pemerintahan sekaligus memberikan peringatan kepada seluruh aparat negara agar bekerja secara profesional dan bersih.
Selain itu, pernyataan Prabowo juga dianggap sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin membangun budaya birokrasi yang lebih disiplin dan akuntabel. Tidak hanya aparat penegak hukum, lembaga pengawasan internal pemerintah juga diminta aktif mengawasi penggunaan anggaran agar tidak terjadi kebocoran maupun praktik penyimpangan.
Publik berharap ketegasan Presiden tersebut benar-benar diwujudkan melalui langkah konkret di lapangan, termasuk penindakan terhadap oknum pejabat yang terbukti merugikan negara.
Pemberantasan korupsi sendiri menjadi salah satu isu yang terus mendapat perhatian masyarakat. Banyak pihak menilai keberhasilan pemerintah dalam menekan praktik korupsi akan sangat menentukan efektivitas pembangunan nasional serta meningkatkan kepercayaan investor dan masyarakat terhadap negara.
Dengan pernyataan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi praktik korupsi di era pemerintahannya, termasuk bagi pejabat yang memiliki kedekatan politik maupun personal dengan kekuasaan.(Red)






