JAKARTA – Suarapagi.my.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi nasional kepada prinsip ekonomi kerakyatan dengan menjadikan koperasi sebagai pilar utama perekonomian Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan Indonesia telah terlalu lama menyimpang dari cita-cita ekonomi para pendiri bangsa. Menurutnya, paham kapitalisme neoliberal yang sempat menjadi acuan pembangunan tidak mampu menghadirkan kesejahteraan bagi mayoritas rakyat.
“Saya sejak awal sudah memperingatkan bahwa kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak,” tegas Prabowo.
Presiden mengungkapkan, selama lebih dari tiga dekade dirinya mengamati perkembangan sistem ekonomi global dan meyakini bahwa model ekonomi berbasis koperasi serta semangat gotong royong lebih sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
Prabowo juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan gerakan koperasi. Menurutnya, koperasi selalu menjadi bagian dari perjalanan politiknya, termasuk ketika beberapa kali mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden.
“Koperasi adalah keluarga saya. Walaupun saya pernah kalah dalam pemilihan presiden beberapa kali, gerakan koperasi selalu bersama saya,” ujarnya.
Di hadapan ribuan peserta Harkopnas, Prabowo kembali menegaskan tekadnya untuk memanfaatkan mandat yang diberikan rakyat demi memperjuangkan kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia.
“Saya akan berjuang dengan sekuat tenaga saya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia,” tutup Presiden yang disambut tepuk tangan para peserta.(Red)






