Jakarta – Suarapagi.my.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman meskipun harga minyak dunia mengalami lonjakan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun, kenaikan harga minyak membuat ruang fiskal pemerintah untuk menambah belanja menjadi semakin terbatas.
Purbaya menjelaskan, ketika harga minyak berada di level yang lebih rendah, pemerintah memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan anggaran bagi kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah. Kini, dengan harga minyak yang meningkat, fleksibilitas tersebut menyempit meski tidak mengganggu program yang telah dianggarkan.
Menurutnya, seluruh program pemerintah yang telah masuk dalam APBN tetap berjalan sesuai rencana. Dampak utama dari kenaikan harga minyak hanya membatasi kemampuan pemerintah dalam menyediakan tambahan anggaran di luar alokasi yang sudah ditetapkan.
Pemerintah juga memastikan paket stimulus ekonomi pada semester II 2026 tetap dilanjutkan. Purbaya menyebut penyusunan stimulus tersebut sejak awal telah menggunakan asumsi harga minyak mencapai sekitar US$100 per barel, sehingga lonjakan harga saat ini belum memerlukan perubahan kebijakan yang signifikan.
Secara umum, kenaikan harga minyak dunia meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam APBN. Karena itu, pemerintah akan lebih selektif dalam menentukan prioritas tambahan belanja agar keseimbangan fiskal tetap terjaga.
Sementara itu, harga minyak dunia masih berfluktuasi di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di kawasan Laut Merah memicu gangguan pada jalur pelayaran strategis, termasuk Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, sehingga meningkatkan biaya logistik serta memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Meski tantangan eksternal meningkat, pemerintah menegaskan akan terus menjaga kesehatan APBN dan menyesuaikan kebijakan fiskal dengan perkembangan harga minyak dunia, tanpa mengganggu pelaksanaan program prioritas nasional (Red) .






