TEHERAN – Suarapagi.my.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat. Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan bahwa setiap langkah Washington untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran akan dibalas dengan serangan berkelanjutan terhadap pangkalan militer serta kepentingan AS.
Peringatan tersebut disampaikan setelah pihak Iran mengaku memperoleh informasi mengenai persiapan Amerika Serikat untuk kembali melanjutkan operasi tempur.
“Setiap serangan AS akan diikuti oleh serangan terus-menerus terhadap pangkalan dan kepentingan AS,” demikian pernyataan Angkatan Bersenjata Iran yang dikutip dari Al Arabiya, Senin (21/9/2026).
Ancaman tersebut muncul di tengah upaya diplomasi yang belum menemukan titik temu. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf sebelumnya mengatakan Teheran telah menyampaikan enam syarat kepada Washington sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.
Menurut Ghalibaf, enam syarat tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat melalui Qatar yang berperan sebagai mediator.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan kembali pada pembahasan negosiasi sebelumnya apabila tuntutan Teheran belum dipenuhi.
“Kecuali syarat-syarat ini dipenuhi, hak-hak sah rakyat Iran diakui, dan komitmen AS dilaksanakan, tidak akan ada peluang untuk kembali ke syarat-syarat negosiasi sebelumnya atau untuk membuka kembali Selat Hormuz,” ujar Ghalibaf.
Ghalibaf juga menyebut pesan dan tuntutan Iran telah disampaikan secara jelas kepada pihak AS melalui para mediator.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei turut menegaskan bahwa Teheran belum akan kembali ke meja perundingan sebelum syarat-syarat yang diajukan kepada Washington dipenuhi.
Situasi tersebut membuat ketegangan di kawasan semakin menjadi perhatian, terutama terkait kemungkinan berlanjutnya operasi militer dan dampaknya terhadap keamanan kawasan serta jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
(Redaksi)






