JAKARTA –Suarapagi.my.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan penyebab utama mangkraknya proyek pembangunan SDN Cipete Utara 01 di Jakarta Selatan selama hampir satu tahun. Menurutnya, keterlambatan dipicu perubahan konsep pembangunan dari gedung sekolah empat lantai menjadi bangunan mixed-use atau multifungsi hingga sekitar 20 lantai.
Pramono menjelaskan, perubahan desain tersebut menimbulkan berbagai kendala teknis dan administrasi sehingga proyek tidak dapat diselesaikan sesuai target. Untuk mempercepat penyelesaian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan memprioritaskan pembangunan gedung sekolah agar dapat segera digunakan kembali oleh para siswa.
Ia mengaku telah memanggil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta beserta jajaran terkait dan meminta agar rencana pembangunan gedung multifungsi dikesampingkan terlebih dahulu. Fokus utama saat ini adalah menyelesaikan bangunan sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung di lokasi semula.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan SDN Cipete Utara 01 selesai pada September 2026. Berdasarkan pantauan di lokasi, struktur utama gedung empat lantai telah rampung, namun sejumlah pekerjaan akhir seperti pemasangan pintu, jendela, dan penyelesaian area pagar masih terus berlangsung.
Sebelumnya, proyek tersebut ditargetkan selesai dalam enam bulan agar dapat digunakan pada awal tahun ajaran 2026/2027. Akibat keterlambatan, para siswa masih menjalani proses belajar mengajar di sekolah lain yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari sekolah asal.
Pemerintah berharap penyelesaian gedung sekolah lebih dahulu dapat mengakhiri relokasi siswa dan memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan optimal, sementara rencana pembangunan gedung mixed-use akan dipertimbangkan pada tahap berikutnya.(Red)






